Harga Emas Antam Menguat, Kembali Sentuh Level Rp2,8 Juta per Gram

emas

Pelaku pasar menilai perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberikan sinyal positif terhadap stabilitas geopolitik global. Situasi tersebut turut memengaruhi pergerakan pasar obligasi Amerika Serikat dan menurunkan tekanan terhadap ekspektasi inflasi global.

Dalam perdagangan internasional, harga emas dunia pada Rabu (20/5/2026) ditutup menguat lebih dari satu persen setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan tajam. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset lindung nilai masih tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Meski pada perdagangan Kamis pagi harga emas global terkoreksi tipis, analis memandang tren jangka pendek logam mulia masih cenderung stabil. Faktor seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, hingga tensi geopolitik internasional diperkirakan tetap menjadi variabel utama yang memengaruhi volatilitas harga emas.

Dalam kajian ekonomi keuangan, emas masih dipandang sebagai instrumen investasi defensif yang memiliki kemampuan menjaga nilai aset ketika pasar keuangan mengalami tekanan. Oleh karena itu, kenaikan harga emas saat ini dinilai sebagai refleksi meningkatnya preferensi investor terhadap aset yang dianggap lebih aman dan stabil di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya pulih.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version