Risalah itu menjadi salah satu catatan terakhir di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Jerome Powell. Perbedaan pandangan di internal bank sentral AS menyoroti tantangan yang akan dihadapi Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed yang disebut sebagai pilihan Presiden Donald Trump untuk menggantikan Powell pada Mei mendatang, dalam membangun konsensus kebijakan.
Di dalam negeri, dinamika tersebut menjadi relevan setelah data terbaru menunjukkan kenaikan utang luar negeri, sementara nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS. Kombinasi faktor global dan domestik itu dinilai berpotensi memengaruhi arah IHSG dan rupiah dalam jangka pendek.
Bursa Asia dan Wall Street Menguat
Sentimen positif juga tercermin di kawasan Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 2,76 persen dan mencatat rekor tertinggi baru. Saham teknologi seperti Samsung Electronics naik 4,14 persen, sementara SK Hynix menguat 1,48 persen. Indeks KOSDAQ turut naik 0,59 persen.
Di Australia, S&P/ASX 200 bertambah 1,1 persen pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,52 persen dan TOPIX menguat 0,39 persen. Pasar Hong Kong dan Tiongkok daratan masih tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.
Di Amerika Serikat semalam, indeks saham utama juga berakhir di wilayah positif. S&P 500 naik 0,56 persen ke 6.881,31, didorong saham-saham teknologi. Nasdaq Composite menguat 0,78 persen menjadi 22.753,63, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,26 persen dan ditutup di 49.662,66.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
