IHSG Tertekan 1,53%, Investor Asing Lepas 10 Saham dengan Nilai Terbesar

ihsg
Sumber : Google

ID, Jakarta – Tekanan jual kembali membayangi perdagangan saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (11/8/2026) ditutup melemah 1,53% ke level 6.267,88, setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan hingga lebih dari 2%.

Pelemahan indeks berlangsung di tengah dominasi saham yang bergerak negatif. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 542 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 141 saham yang mampu menguat dan 108 saham lainnya bertahan tanpa perubahan.

Aktivitas transaksi tetap tergolong tinggi. Bursa mencatat nilai perdagangan mencapai Rp14,51 triliun dengan volume transaksi sebanyak 35,40 miliar saham. Seluruh transaksi tersebut terjadi dalam sekitar 2,19 juta kali frekuensi perdagangan.

Di tengah tekanan pasar tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell dengan nilai mencapai Rp687,80 miliar di seluruh pasar.

Berdasarkan rinciannya, tekanan jual asing di pasar reguler mencapai Rp279,98 miliar. Sementara itu, transaksi pada pasar negosiasi dan tunai mencatat penjualan bersih yang lebih besar, yakni Rp407,82 miliar.

Arus keluar dana asing tersebut menjadi salah satu indikator yang mencerminkan meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun emiten yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan indeks.

Mengutip data Stockbit, berikut 10 saham yang mencatat nilai net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa (11/8/2026):

No. Emiten Kode Net Foreign Sell
1 PT Chandra Asri Pacific Tbk. TPIA Rp173,46 miliar
2 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. BMRI Rp169,20 miliar
3 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. DSSA Rp136,99 miliar
4 PT Astra International Tbk. ASII Rp67,29 miliar
5 PT Bank Central Asia Tbk. BBCA Rp64,83 miliar
6 PT Perusahaan Gas Negara Tbk. PGAS Rp27,69 miliar
7 PT Bumi Resources Tbk. BUMI Rp23,75 miliar
8 PT Nitrasanata Dharma Tbk. JECX Rp19,03 miliar
9 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. TLKM Rp15,92 miliar
10 PT Barito Renewables Energy Tbk. BREN Rp15,16 miliar

Saham Berkapitalisasi Besar Ikut Tertekan

Komposisi saham yang paling banyak dilepas investor asing menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada satu sektor. Sejumlah emiten besar dari sektor perbankan, energi, telekomunikasi, otomotif, hingga petrokimia masuk dalam daftar tersebut.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), misalnya, mencatat penjualan bersih asing sebesar Rp169,20 miliar. Sementara PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami net foreign sell sebesar Rp64,83 miliar.

Di sektor energi dan industri, tekanan juga terlihat pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai penjualan bersih asing mencapai Rp173,46 miliar. Posisi tersebut menjadi yang terbesar dalam daftar 10 saham yang paling banyak dilepas investor asing.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) berada di posisi berikutnya dengan net foreign sell sebesar Rp136,99 miliar.

Sementara itu, PT Astra International Tbk. (ASII) mencatat penjualan asing sebesar Rp67,29 miliar, disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar Rp27,69 miliar.

Tekanan jual juga terjadi pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), masing-masing dengan nilai net foreign sell Rp23,75 miliar, Rp19,03 miliar, Rp15,92 miliar, dan Rp15,16 miliar.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aksi jual investor asing pada sejumlah saham dengan nilai transaksi dan kapitalisasi pasar yang relatif besar.

Namun, data net foreign sell tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan fundamental perusahaan. Arus dana asing lebih tepat dibaca sebagai gambaran perilaku transaksi pada periode tertentu, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, strategi portofolio, hingga perubahan persepsi investor terhadap risiko.

Dengan IHSG ditutup di level 6.267,88, perhatian pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada kemampuan indeks untuk meredam tekanan jual serta perkembangan arus modal asing pada perdagangan berikutnya.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version