Salah satu sorotan utama yang disampaikan Purbaya adalah persoalan transparansi di pasar saham nasional. Ia mengakui bahwa tingkat keterbukaan di pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan, termasuk praktik manipulasi harga yang merusak integritas pasar.
Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan secara langsung kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) agar bertindak tegas terhadap praktik “goreng-mengoreng saham” yang masuk dalam kategori manipulasi pasar. Namun, menurutnya, upaya penindakan tersebut belum berjalan optimal.
“Dalam konteks itu, saya justru melihat peringatan dari MSCI sebagai sesuatu yang positif. Ini menjadi momentum bagi kita untuk membersihkan praktik pasar dan memperbaiki tata kelola agar menjadi lebih sehat,” kata Purbaya.
Ia menekankan bahwa reformasi yang tengah dilakukan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi parameter teknis MSCI, tetapi juga untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang—sehingga lebih kredibel, efisien, dan mampu menarik investor institusional global.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk memastikan bahwa seluruh perubahan regulasi dan perbaikan struktural dapat diimplementasikan secara konsisten sebelum evaluasi berikutnya dilakukan. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















