Merger 4 BUMN Karya Ditargetkan Rampung November 2026, Waskita dan WIKA Masih Dibayangi Utang

bumn

“Karena arahnya Pak Presiden, sekali kita melakukan perbaikan itu harus tuntas. Kita nggak mau setengah-setengah hanya poles-poles itu nggak ada gunanya. Nah ini yang agak memakan waktu. WIKA, Waskita juga sama,” katanya.

WIKA dan Waskita Masih Membutuhkan Pembenahan

Persoalan utang menjadi salah satu tantangan utama bagi kedua perusahaan tersebut. Dalam keterangannya, Dony menyebut WIKA memiliki utang sekitar Rp34 triliun, termasuk kewajiban yang berkaitan dengan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung.

Besarnya beban keuangan tersebut membuat penataan aset, restrukturisasi kewajiban, dan evaluasi model bisnis menjadi bagian penting sebelum pemerintah menentukan langkah konsolidasi berikutnya.

Untuk Waskita Karya, Danantara juga sedang mengevaluasi kemungkinan mempertahankan aset jalan tol sebagai bagian dari arah bisnis perusahaan ke depan.

“Waskita itu dia punya aset jalan tol kan, Waskita Toll Road. Kita lagi melihat apakah nanti yang akan bertahan tolnya aja,” imbuh Dony.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa penataan BUMN Karya tidak semata-mata diarahkan pada penggabungan badan usaha. Pemerintah juga mempertimbangkan komposisi aset dan fokus bisnis agar perusahaan yang dipertahankan memiliki struktur operasional serta kemampuan keuangan yang lebih berkelanjutan.

Divestasi Aset untuk Mengurangi Beban Utang

Selain konsolidasi, Danantara menyiapkan langkah penataan aset di luar bisnis inti perusahaan. Hasil divestasi direncanakan untuk membantu mengurangi beban utang, sementara sisa kewajiban akan ditangani melalui skema restrukturisasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version