Arthaguna Mandiri Perkuat Kapasitas Usaha
Merger tersebut menempatkan PT BPR Arthaguna Mandiri sebagai bank penerima penggabungan. Melalui konsolidasi ini, OJK berharap perusahaan memiliki kemampuan lebih besar dalam mengelola kegiatan usaha, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan penerapan manajemen risiko.
Darwisman mengatakan, penguatan fundamental BPR perlu dilakukan melalui peningkatan permodalan, efisiensi, optimalisasi kapasitas usaha, serta pengawasan internal yang lebih baik.
Kapasitas yang semakin kuat juga diharapkan meningkatkan kemampuan BPR dalam menjalankan fungsi intermediasi, terutama menyalurkan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor produktif di daerah.
Menurut Darwisman, konsolidasi tidak cukup hanya menghasilkan penggabungan secara administratif. Manajemen bank hasil merger perlu memastikan adanya sinergi nyata dalam operasional, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, tata kelola, dan mutu pelayanan kepada nasabah.
OJK Awasi Integrasi dan Perlindungan Nasabah
Setelah merger berlaku efektif, OJK akan melanjutkan pengawasan dan pembinaan terhadap proses integrasi. Pengawasan tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip kehati-hatian.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














