Dari aspek dinamika perdagangan, IHSG pada pembukaan sesi perdagangan Rabu pagi tercatat mengalami koreksi sebesar 1,33 persen atau turun 91,03 poin ke posisi 6.767,87. Sementara itu, volume transaksi mencapai sekitar 520 juta saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp290,312 miliar.
Meski pasar mengalami tekanan, OJK menilai kondisi perdagangan masih berlangsung dalam koridor yang wajar. Hasan menjelaskan bahwa dampak penyesuaian indeks global, termasuk hasil evaluasi indeks oleh MSCI, belum menunjukkan tekanan ekstrem terhadap pasar domestik.
Lebih lanjut, OJK mengamati bahwa saham-saham yang terdampak belum mengalami penurunan hingga batas auto rejection bawah (ARB), yang mengindikasikan bahwa pasar masih memiliki kapasitas penyerapan terhadap sentimen eksternal maupun domestik.
Selain itu, indikator aktivitas perdagangan seperti frekuensi transaksi, volume, dan nilai perdagangan juga dinilai relatif stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar tidak didominasi aksi jual secara masif (panic selling), melainkan masih diimbangi oleh aktivitas pembelian dari pelaku pasar.
Secara makro, stabilitas tersebut memperlihatkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan terhadap dinamika geopolitik global dan berbagai faktor ekonomi domestik yang memengaruhi sentimen investor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
