Ketegangan mulai mereda setelah Trump, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pekan lalu, menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan untuk merebut Greenland. Pada kesempatan yang sama, ia juga menarik kembali rencana pengenaan tarif terhadap sejumlah negara Eropa yang menentang ambisinya atas wilayah otonom Denmark tersebut.
Trump kemudian menyampaikan melalui media sosial bahwa ia memiliki “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland, dan dalam wawancara terpisah menyebut adanya “konsep” kesepakatan yang sedang dipertimbangkan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa pembicaraan mengenai Greenland dilakukan secara profesional dan langsung pada pokok persoalan. Ia menyatakan optimisme bahwa proses tersebut akan menghasilkan solusi yang dapat diterima semua pihak, seraya menegaskan bahwa perhatian Presiden AS terhadap Greenland berkaitan erat dengan kepentingan keamanan nasional.
Di tengah dinamika tersebut, para pemimpin Denmark dan Greenland dalam beberapa hari terakhir melakukan kunjungan bersama ke Jerman dan Prancis untuk menggalang dukungan dari mitra-mitra Eropa. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengungkapkan bahwa pemerintahannya menghadapi tantangan ganda, yakni merespons tekanan dari luar sekaligus menenangkan masyarakat yang merasa cemas terhadap masa depan wilayah mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
