Penggunaan BBM di Eropa Turun Tajam, Dampak Konflik Iran Tekan Daya Beli Masyarakat

bbm
foto : pom bensin di jerman

ID, BRUSSELS – Konflik geopolitik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, khususnya perang Iran, mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat Eropa. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mendorong warga mengurangi konsumsi bahan bakar, sekaligus memperkuat kekhawatiran terhadap meningkatnya tekanan inflasi dan biaya hidup di kawasan tersebut.

Data terbaru menunjukkan penjualan BBM kendaraan di kawasan Zona Euro mengalami kontraksi signifikan pada April 2026. Penurunan konsumsi tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin selektif dalam menggunakan kendaraan akibat meningkatnya biaya transportasi.

Berdasarkan laporan statistik Uni Eropa, volume penjualan BBM turun sekitar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu penurunan terdalam sejak akhir 2023. Beberapa negara dengan perekonomian besar seperti Jerman, Austria, dan Norwegia bahkan mencatat penurunan konsumsi bahan bakar hingga dua digit.

Kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang memicu fenomena tersebut. Hingga awal Juni 2026, harga rata-rata bensin di negara-negara Uni Eropa mencapai sekitar 1,8 euro per liter atau setara hampir Rp38 ribu per liter. Sebelum pecahnya konflik Iran pada Februari lalu, harga bensin masih berada di kisaran 1,5 euro per liter.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version