Tidak hanya bensin, harga diesel juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Di sejumlah negara anggota Uni Eropa, kenaikan harga solar tercatat melebihi 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung terhadap biaya distribusi barang dan jasa yang kemudian berkontribusi pada peningkatan tekanan inflasi.
Para analis menilai gejolak harga energi tidak terlepas dari terganggunya rantai pasok minyak global akibat konflik yang melibatkan Iran. Ketidakstabilan di kawasan Teluk, termasuk gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting dunia, telah mendorong harga minyak mentah internasional tetap berada pada level tinggi.
Harga minyak Brent saat ini masih bertahan di kisaran US$94 per barel. Meskipun lebih rendah dibandingkan puncak krisis yang sempat melampaui US$120 per barel, level tersebut tetap memberikan tekanan besar terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk sebagian besar negara Eropa.
Dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan melalui kenaikan harga bahan bakar. Uni Eropa mencatat peningkatan tagihan impor energi fosil hingga miliaran euro, sementara inflasi kawasan kembali bergerak naik menjadi 3,2 persen pada Mei 2026 setelah sebelumnya berada di level 3 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
