ID, Timur Tengah – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah dua kapal yang berkaitan dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), perusahaan minyak milik negara Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Kamis malam waktu setempat.
Pemerintah UEA menuding Iran berada di balik insiden tersebut. Tuduhan itu memperpanjang rangkaian ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi dunia, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami gangguan akibat konflik regional.
Mengutip Reuters, Jumat (14/8/2026), insiden terbaru ini merupakan serangan kedua yang melibatkan kapal yang berhubungan dengan ADNOC dalam waktu kurang dari satu pekan.
Sebelumnya, pada Sabtu, UEA telah menyampaikan kecaman terhadap apa yang disebutnya sebagai serangan Iran terhadap sebuah kapal yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan energi milik negara tersebut ketika melintasi Selat Hormuz.
Kantor berita pemerintah UEA, WAM, melaporkan bahwa situasi pada insiden terbaru telah berhasil dikendalikan.
“ADNOC mengatakan situasi telah berhasil dikendalikan,” tulis WAM.
UEA Tuduh IRGC Lakukan Aksi Pembajakan
Kementerian Luar Negeri UEA kemudian menyampaikan kecaman keras. Abu Dhabi menuding Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
