ID, Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah dan ditutupnya selat Hormuz memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Namun, negara yang dinilai paling rentan terdampak gangguan suplai minyak kawasan tersebut bukanlah China.
Meski China merupakan konsumen minyak terbesar dunia setelah Amerika Serikat, sejumlah analis menilai posisi India jauh lebih rapuh jika gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah berlangsung berkepanjangan.
Cadangan Energi Jadi Pembeda
Baik China maupun India sama-sama menggantungkan sekitar setengah kebutuhan impor minyak mentahnya dari Timur Tengah. Namun, ketahanan keduanya berbeda signifikan dari sisi cadangan.
Direktur Energi dan Pengolahan ICIS Ajay Parmar, seperti dikutip Reuters, menyebut China memiliki stok minyak mentah yang diperkirakan cukup untuk setidaknya enam bulan. Sebaliknya, cadangan India jauh lebih terbatas, sehingga membuatnya lebih rentan menghadapi guncangan pasokan.
India juga tercatat sebagai konsumen minyak dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Ketergantungan terhadap pasokan Timur Tengah bahkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kilang-kilang India mengurangi pembelian minyak Rusia akibat tekanan kebijakan dari Washington.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
