ID, – Laporan mengenai dugaan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kewaspadaan global. Insiden ini terjadi saat kapal tengah berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Samudra Atlantik.
Berdasarkan informasi dari World Health Organization, kasus ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Hingga kini, satu infeksi telah terkonfirmasi, sementara beberapa kasus lain masih dalam tahap investigasi lanjutan.
Pihak otoritas kesehatan internasional terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan potensi penyebaran dapat dikendalikan, termasuk melalui pengujian laboratorium terhadap para penumpang dan kru.
Mengenal Hantavirus
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penularan ke manusia umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel dari kotoran, urin, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Virus ini diketahui dapat menyebabkan dua jenis penyakit serius:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Penyakit ini menyerang paru-paru. Gejala awal biasanya berupa demam, kelelahan, dan nyeri otot. Namun, ketika memasuki fase gangguan pernapasan, risikonya bisa sangat fatal dengan tingkat kematian yang tinggi. - Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis ini berdampak pada ginjal dan dapat memicu kondisi serius seperti tekanan darah rendah, perdarahan, hingga gagal ginjal akut.
Skala Global dan Penanganan
Secara global, kasus HFRS diperkirakan mencapai sekitar 150.000 per tahun, dengan sebagian besar terjadi di kawasan Asia dan Eropa. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun terapi spesifik untuk mengatasi infeksi hantavirus.

Penanganan medis lebih berfokus pada perawatan suportif, seperti pemberian oksigen, ventilasi mekanis, hingga tindakan dialisis pada kasus berat. Pasien dengan kondisi kritis umumnya harus dirawat intensif di rumah sakit.
Pentingnya Pencegahan
Karena belum ada obat khusus, langkah pencegahan menjadi kunci utama. Menghindari kontak dengan tikus serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan cara paling efektif untuk menekan risiko penularan.
Kasus di kapal pesiar ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit zoonosis—yang berasal dari hewan—masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan global, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












