Jurnalisme sebagai Jalan Pengabdian
Dalam refleksi yang lebih personal, Firdaus menggambarkan jurnalis sebagai “dai”—penyampai pesan kebenaran kepada masyarakat. Ia menegaskan konsistensinya menempuh jalan jurnalistik tanpa keterikatan proyek anggaran pemerintah, sebagai bagian dari komitmen menjaga independensi dan integritas pers.
Baginya, bertahan di dunia jurnalistik bukan soal kenyamanan, melainkan soal kesetiaan pada nilai pengabdian. Pers, menurutnya, harus berpihak pada rakyat kecil, menjadi penjaga demokrasi, serta penopang keadilan sosial.
Warisan untuk Generasi Pers Digital
Kini, Monumen Siber Indonesia di Cilegon berdiri sebagai pengingat bahwa perjalanan media siber tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh idealisme, keberanian, dan ketekunan insan pers yang menjalaninya.
Firdaus berharap monumen tersebut menjadi sumber inspirasi bagi generasi jurnalis mendatang untuk terus menjaga profesionalisme dan keberpihakan pada kepentingan publik.
Dari Cilegon, kata dia, media siber Indonesia tidak hanya mencatat masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai bagi masa depan bangsa.
(red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
