Bonus Demografi atau Beban Sejarah
Bagi KNPI, tantangan kepemudaan bukan sekadar persoalan statistik, melainkan soal arah kebijakan dan keberpihakan negara. Nisa menegaskan, tanpa intervensi strategis, Indonesia berisiko kehilangan momentum sejarahnya—ketika jumlah usia produktif justru gagal menjadi penggerak pembangunan.
Namun di tengah tantangan tersebut, KNPI melihat secercah optimisme. Nisa merujuk pada visi dan misi Prabowo–Gibran yang menempatkan penguatan kapasitas pemuda sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Program subsidi kebijakan kemudahan, pendampingan wirausaha, hingga pengembangan ekosistem digital dinilai sebagai langkah progresif untuk menjawab kebutuhan generasi muda.
Ia juga menyoroti rencana kartu usaha startup berbasis teknologi dan inovasi, yang diyakini dapat menjadi instrumen afirmatif bagi pemuda agar lebih mandiri secara ekonomi dan adaptif terhadap transformasi digital.
Konsistensi sebagai Ujian Kepemimpinan
Meski demikian, Nisa menekankan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh gagasan, melainkan oleh konsistensi implementasi. Pemerintahan baru, menurutnya, akan diuji bukan oleh retorika visi, tetapi oleh keberanian menerjemahkan janji politik menjadi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















