ID, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memastikan setiap bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan ke masyarakat telah melalui proses pengendalian mutu yang ketat dan berlapis. Komitmen tersebut dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Balongan, salah satu simpul strategis distribusi energi nasional.
Integrated Terminal Balongan memiliki peran vital dalam menopang pasokan BBM dan avtur, khususnya untuk wilayah Jawa Barat meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), serta sebagian wilayah Jawa Tengah. Selain BBM, terminal ini juga menjadi titik suplai avtur bagi sejumlah depot pengisian pesawat udara di kawasan Bandung dan Jakarta.
Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan, Firman Nugroho, menjelaskan bahwa pengawasan kualitas BBM dilakukan secara menyeluruh sejak produk diterima hingga disalurkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Setiap pergerakan produk diwajibkan melewati tahapan pengujian laboratorium sesuai standar mutu yang berlaku.
“Setiap perpindahan produk selalu disertai uji laboratorium. Mulai dari sebelum BBM dikirim dari kilang, setelah diterima di terminal, hingga saat akan dimuat ke mobil tangki untuk distribusi. Dengan mekanisme ini, mutu BBM tetap terjaga,” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
IT Balongan mengelola beragam produk energi, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, hingga LPG. Pasokan produk berasal dari berbagai kilang Pertamina, di antaranya Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.
Setelah melewati proses penyimpanan, produk energi dari IT Balongan didistribusikan ke jaringan penjualan Pertamina menggunakan lebih dari 50 unit mobil tangki BBM dan sekitar 90 unit mobil tangki LPG. Sebelum distribusi dilakukan, sampel BBM kembali diambil dari tangki penyimpanan untuk diuji secara rutin setiap hari.
Firman menegaskan, rangkaian pengujian tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada penurunan kualitas selama proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran produk ke masyarakat.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa IT Balongan merupakan representasi dari fasilitas hilir Pertamina yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pengendalian kualitas menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap produk energi nasional.
“Pertamina memahami bahwa kualitas produk adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan pengujian berlapis di setiap titik serah, kami berupaya menjaga mutu BBM sekaligus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Baron.
Ia menambahkan, upaya menjaga kualitas distribusi energi ini juga sejalan dengan transformasi Pertamina sebagai perusahaan transisi energi. Pertamina terus mendorong pencapaian target Net Zero Emission 2060 serta berkontribusi pada program-program Sustainable Development Goals (SDGs).
Transformasi tersebut dijalankan melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan pelayanan publik, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan. (Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
