Ia menambahkan, keberadaan Istana Negara di IKN diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih efisien, terintegrasi, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Pusat Inovasi dan Pemikiran Strategis Nasional
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Istana Negara di IKN akan menjadi pusat pemikiran strategis dan inovasi kebijakan nasional.
AHY juga menyoroti momentum penyerahan Sertipikat Tanah Elektronik sebagai bagian dari peresmian tersebut, yang menandai transformasi administrasi pertanahan menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
“Ini merupakan langkah penting dalam reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan pertanahan, sejalan dengan semangat modernisasi pemerintahan di IKN,” ungkap AHY.
Arsitektur Berkelanjutan dan Peran Strategis IKN
Istana Negara di IKN dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan, mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan, efisiensi energi, serta harmonisasi dengan lanskap alam Kalimantan Timur. Kawasan istana berdiri di atas lahan seluas 56,87 hektare, dilengkapi fasilitas pendukung pemerintahan dan pelayanan publik yang dirancang untuk jangka panjang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















