ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan pentingnya literasi keuangan dalam aktivitas investasi masyarakat. Melalui sejumlah panduan resmi, Otoritas Jasa Keuangan menekankan bahwa keputusan investasi harus didasarkan pada pemahaman yang komprehensif, bukan sekadar mengikuti tren atau iming-iming keuntungan instan.
Secara prinsip, investasi yang sehat dimulai dari pengelolaan keuangan pribadi yang disiplin, khususnya dengan menggunakan “uang dingin”, yakni dana yang tidak mengganggu kebutuhan pokok atau kewajiban finansial lainnya. Pendekatan ini penting untuk meminimalisasi risiko kerugian yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi individu.
Langkah fundamental yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi profil risiko masing-masing investor. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal tujuan investasi, jangka waktu, hingga toleransi terhadap risiko. Oleh karena itu, pemahaman terhadap profil ini menjadi basis dalam menentukan instrumen investasi yang sesuai.
Selanjutnya, pemilihan produk investasi harus diselaraskan dengan kebutuhan dan kapasitas finansial. Dalam konteks ini, investor disarankan untuk tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil (return), tetapi juga memperhitungkan tingkat risiko serta likuiditas dari instrumen yang dipilih.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















