Diskusi berlangsung dinamis dengan munculnya berbagai tanggapan dan pandangan kritis mengenai tantangan pembangunan, ekonomi, serta ekosistem informasi nasional.
Forum tersebut dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, MC, guru besar dari PTIK, yang mengarahkan dialog dengan pendekatan yang substantif dan bernas.
Pada akhirnya, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa tidak berhenti pada seremoni organisasi.
Ia membawa dua agenda yang saling berkaitan: memperkuat kapasitas media dalam menghadirkan informasi yang akurat dari desa, sekaligus menegaskan kembali posisi pers sebagai salah satu institusi penting dalam menjaga kualitas ruang publik.
Di tengah ekosistem informasi yang semakin cepat, tantangan pers bukan lagi sekadar siapa yang paling dahulu memberitakan sebuah peristiwa.
Tantangan yang lebih mendasar adalah siapa yang mampu menyajikan informasi secara utuh, berbasis data dan fakta, serta tidak kehilangan konteks.
Dalam kerangka itulah SMSI menempatkan Newsroom Jaga Desa—dengan desa sebagai garda depan dan etalase negara—sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kualitas informasi sekaligus merawat kehidupan berbangsa. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
