Dalam proses pengisian posisi Deputi Gubernur BI, nama Thomas Djiwandono diusulkan bersama dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Ketiga nama tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Presiden Prabowo Subianto pada 14 Januari 2026.
“Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan kepada Presiden tiga nama calon Deputi Gubernur, yaitu Bapak Thomas Djiwandono, Bapak Dicky Kartikoyono, dan Bapak Solikin M. Juhro,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers daring pada Rabu (21/1/2026).
Selanjutnya, Presiden Prabowo mengajukan ketiga calon tersebut kepada DPR RI untuk memperoleh persetujuan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.
Dari proses tersebut, Komisi XI akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Thomas Djiwandono untuk menduduki posisi Deputi Gubernur BI.
Latar Belakang dan Rekam Jejak
Thomas Djiwandono dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan keuangan. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, dan Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Mengawali karier profesionalnya, Thomas sempat berkecimpung di dunia media sebelum beralih ke sektor keuangan sebagai analis di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong. Kariernya kemudian berkembang di sektor korporasi, khususnya setelah bergabung dengan Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, di mana ia menjabat sebagai Deputi CEO.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















