“Sekarang kekuatan event bukan hanya di dalam lapangan. Media sosial dan siaran langsung menjadi bagian penting. Kalau dikelola dengan baik, masyarakat bisa mengikuti pertandingan dari mana saja,” kata Winston.
Dukungan promosi juga akan diperkuat melalui jaringan media sosial PBVSI, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan pengurus PBVSI di kabupaten dan kota se-NTT.
Winston berharap strategi komunikasi publik mulai digerakkan sejak jauh sebelum pertandingan. Dengan demikian, atmosfer kompetisi dapat terbentuk bahkan sebelum bola pertama dipukul.
“Panitia boleh baru terbentuk dan turnamen ini boleh baru dicetuskan, tetapi mimpi kita jangan kecil. Mari kita buat SMSI Cup I sebagai turnamen yang ketika selesai, orang-orang langsung bertanya, SMSI Cup II kapan?” ujarnya.
SMSI Cup Diproyeksikan Jadi Panggung Atlet Menuju PON 2028
Selain aspek kompetisi, PBVSI NTT melihat SMSI Cup sebagai instrumen pembinaan olahraga daerah. Turnamen ini diharapkan membuka ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan jam terbang sekaligus mengukur kemampuan melalui pertandingan dengan atmosfer kompetitif.
Winston mengatakan kompetisi semacam ini dapat menjadi salah satu tahapan dalam proses identifikasi dan pembinaan talenta bola voli yang dipersiapkan menghadapi agenda olahraga nasional, termasuk PON 2028.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
