Wagub NTT Dukung SMSI CUP I 2026, Jadi Ruang Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Avatar photo
wagub

ID, Kupang – Turnamen bola voli SMSI CUP I 2026 mendapat dukungan dari Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma. Kompetisi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTT itu dinilai dapat memperluas ruang pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi atlet muda.

Menurut Wagub, kontribusi organisasi perusahaan media dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam membangun prestasi olahraga daerah.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

“SMSI NTT telah menyediakan wadah bagi anak-anak muda NTT untuk mengasah mental, teknik, fisik dan kemampuan mereka melalui olahraga bola voli,” ujar Johni.

Ia menilai pembinaan atlet tidak dapat sepenuhnya bergantung pada program pemerintah. Pengembangan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas olahraga hingga insan pers.

Karena itu, kehadiran SMSI CUP I 2026 dipandang dapat memperluas kesempatan bagi pemain bola voli NTT untuk berkompetisi sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.

Kompetisi Jadi Bagian dari Regenerasi Atlet

Johni mengatakan pertandingan tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kemenangan. Kompetisi juga menjadi instrumen untuk membentuk mental, menjaga konsistensi permainan, menguji kemampuan teknis, serta menemukan pemain-pemain muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Ini merupakan aktivitas positif untuk meningkatkan prestasi olahraga voli dan kapasitas individu para pemain, terutama dalam mencari bibit-bibit unggul,” katanya.

Menurut dia, proses pembinaan membutuhkan kesinambungan. Latihan yang teratur harus berjalan beriringan dengan kompetisi agar atlet terbiasa menghadapi tekanan dan dinamika pertandingan.

Dalam konteks tersebut, SMSI CUP I 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk memetakan kemampuan pemain muda sekaligus memberikan jam terbang yang lebih banyak.

Dikaitkan dengan Persiapan PON 2028

Dukungan terhadap turnamen tersebut juga dikaitkan Johni dengan persiapan NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, ketika NTT akan menjadi salah satu daerah tuan rumah.

Menurutnya, persiapan tidak dapat dilakukan secara mendadak. Atlet membutuhkan pengalaman bertanding yang dibangun melalui kompetisi secara berkelanjutan.

Kompetisi lokal maupun regional dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan atlet sekaligus membangun kesiapan menghadapi atmosfer pertandingan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Karena itu, Johni berharap SMSI CUP dapat terus diselenggarakan dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

Dari kompetisi tersebut, ia berharap muncul pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan untuk memperkuat tim bola voli NTT pada berbagai kejuaraan, termasuk dalam rangka persiapan menuju PON 2028.

Digelar di Tengah Efisiensi Anggaran

Johni juga memberikan apresiasi atas keputusan SMSI NTT menyelenggarakan turnamen di tengah situasi efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, sebuah turnamen membutuhkan dukungan yang tidak sedikit, baik dari aspek pembiayaan, sumber daya manusia, fasilitas maupun koordinasi antarpihak.

“Ini luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran serta kondisi ekonomi yang masih kurang, SMSI punya keberanian untuk membuat event yang bergengsi,” ungkapnya.

Ia berharap inisiatif tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menghalangi masyarakat untuk menghadirkan kegiatan produktif.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan olahraga tetap dapat berjalan sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Kompetisi

Lebih dari sekadar pertandingan, Johni melihat turnamen bola voli memiliki dimensi sosial. Lapangan olahraga mempertemukan pemain, pelatih, ofisial, masyarakat, dan berbagai kelompok dalam sebuah kompetisi yang menjunjung sportivitas.

Interaksi tersebut dapat memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.

Atas dukungannya terhadap penyelenggaraan SMSI CUP I 2026, Johni juga menyatakan kesiapannya untuk membuka turnamen tersebut secara langsung.

Pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.

“Kami siap membuka kegiatan tersebut yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2026,” kata Johni.

Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam mendorong pembinaan olahraga.

Johni berharap SMSI CUP I 2026 dapat berlangsung sukses dan menjunjung tinggi sportivitas. Lebih jauh, turnamen ini diharapkan mampu menjadi salah satu bagian dari ekosistem pembinaan bola voli di NTT.

Dengan kompetisi yang berkelanjutan, pembinaan generasi muda dan kolaborasi lintas sektor, ajang tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap kesiapan sumber daya atlet NTT menghadapi berbagai agenda olahraga nasional, termasuk PON 2028. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan