Dalam sesi penutup, Bupati Kupang, Yosef Lede, mewakili kepala daerah menyampaikan tantangan empiris yang dihadapi di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama, mulai dari jarak tempuh siswa ke sekolah hingga keterbatasan jaringan internet.

“Persoalan distribusi guru tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga pemerataan di wilayah terpencil. Dukungan insentif yang lebih merata menjadi kunci agar tenaga pendidik bersedia mengabdi di daerah pelosok,” ujarnya.
Rakor Kemendikdasmen ini diharapkan menghasilkan formulasi kebijakan yang lebih operasional dan kontekstual, terutama dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan dan terpencil seperti NTT. Kolaborasi lintas sektor yang diperkuat melalui forum ini menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi pendidikan yang berkeadilan dan berdaya saing.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















