“Pendidikan adalah fondasi peradaban. Tanpa guru yang kuat dan sistem pendidikan yang hidup, sulit membangun masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih substantif, termasuk peningkatan fasilitas dasar bagi tenaga pendidik, pelatihan berbasis kebutuhan riil, serta integrasi isu-isu mendasar seperti gizi, stunting, dan aksesibilitas pendidikan di wilayah terpencil.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi pembelajaran sebagai agenda prioritas nasional.
Ia menjelaskan bahwa kualitas infrastruktur pendidikan memiliki korelasi langsung dengan capaian pembelajaran. “Lingkungan belajar yang aman dan representatif akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik,” ungkapnya.
Secara nasional, pemerintah lewat Kemendikdasmen menargetkan penyediaan perangkat pembelajaran digital di ratusan ribu satuan pendidikan, disertai penguatan akses listrik dan internet di wilayah yang masih terbatas. Selain itu, pendekatan pedagogis tanpa kekerasan serta penguatan kepemimpinan sekolah melalui skema Guru Penggerak menjadi bagian integral dari reformasi pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















