Ia menegaskan bahwa pembukaan dua program spesialis tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pemerataan akses pendidikan tinggi di daerah.
Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Rumah Sakit
Dr. Christina juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan universitas, baik Rektor Undana periode 2021–2025 Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., maupun Rektor Undana saat ini Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang dinilai konsisten mendorong pengembangan FKKH hingga terealisasinya pembukaan program spesialis.
Selain dukungan internal kampus, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, Rumah Sakit Ben Mboi, serta sejumlah rumah sakit lain yang menjadi mitra pendidikan klinik.
“Pengembangan pendidikan dokter spesialis tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara universitas, pemerintah daerah, dan rumah sakit pendidikan menjadi fondasi utama keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Jawaban atas Krisis Dokter Spesialis di NTT
Lebih jauh, Dr. Christina menyoroti masih timpangnya distribusi dokter spesialis di NTT. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat rumah sakit daerah yang belum memiliki dokter spesialis dasar, kondisi yang berdampak langsung pada keterbatasan layanan operasi, anestesi, maupun penanganan persalinan berisiko tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














