Undana Perkuat Transformasi Pembelajaran 2026, Etika AI dan Fleksibilitas Kelulusan Jadi Fokus Utama

Avatar photo
undana

Kebijakan ini dimaksudkan agar penggunaan teknologi digital tetap berada dalam koridor etika akademik dan tidak menggerus nilai kejujuran ilmiah.

“AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung pembelajaran, bukan jalan pintas yang melemahkan integritas akademik. Hubungan akademik yang sehat antara dosen dan mahasiswa menjadi fondasi utama kualitas pendidikan,” tegasnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain isu etika digital, Undana juga mendorong fleksibilitas jalur kelulusan mahasiswa. Dalam kebijakan terbaru, skripsi tidak lagi menjadi satu-satunya prasyarat kelulusan.

Mahasiswa yang mencatatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional—terutama di bidang non-akademik—dapat memperoleh pengakuan akademik yang setara sebagai pengganti tugas akhir. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap keragaman talenta mahasiswa sekaligus penyesuaian dengan praktik pendidikan tinggi global.

Dalam aspek penguatan karakter, Undana turut meninjau ulang mata kuliah penciri universitas. Salah satu langkah strategisnya adalah menempatkan mata kuliah antikorupsi ke dalam klaster pengembangan karakter, sehingga pembelajaran nilai integritas tidak hanya bersifat teoritis, tetapi lebih aplikatif dan kontekstual.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan