Sementara itu, Kepala LPPPM Undana, Dr. Ir. Jacob Matheos Ratu, M.Kes., menyampaikan bahwa seluruh arahan Rektor telah diterjemahkan ke dalam program kerja LPPPM tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa Undana akan memperkuat penerapan Outcome Based Education (OBE) dengan instrumen evaluasi yang lebih terukur, khususnya pada aspek soft skills seperti kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
“Kami juga akan menyempurnakan desain tracer study agar mampu memotret secara lebih komprehensif dampak lulusan Undana, baik dari sisi alumni maupun pengguna lulusan,” ujar Dr. Jacob.
Hasil tracer study tersebut, lanjutnya, akan menjadi rujukan utama dalam penyempurnaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan.
Sebagai bagian dari penguatan mutu akademik, LPPPM juga akan mewajibkan penggunaan referensi buku ajar yang bersumber dari hasil riset dosen Undana dalam setiap RPS. Kebijakan ini diharapkan mampu menghadirkan materi pembelajaran yang lebih aktual, kontekstual, dan relevan dengan tantangan daerah serta kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Undana optimistis dapat memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional dan internasional, tanpa meninggalkan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap persoalan lokal dan regional. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














