Paripurna DPRD NTT: Fraksi Demokrat Beri Catatan Kritis atas Rancangan APBD Perubahan 2026

Avatar photo
IMG 20260909 WA0006

Fraksi Demokrat menyoroti sejumlah indikator yang menunjukkan kelemahan dalam perencanaan dan eksekusi APBD. Koreksi PAD sekitar Rp633 miliar, peningkatan SiLPA menjadi sekitar Rp362 miliar, serta realisasi belanja modal yang baru mencapai sekitar 8,48 persen menjadi bukti bahwa diperlukan perbaikan mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Yang sedang diuji bukan hanya kemampuan Pemerintah menyusun APBD agar kembali berimbang. Yang sedang diuji adalah kredibilitas perencanaan, kemampuan eksekusi, dan kualitas belanja daerah,” tegas Fraksi Demokrat dalam dokumen pandangan umumnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Fraksi menegaskan bahwa dalam kondisi fiskal yang terbatas, setiap rupiah harus memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Anggaran harus mampu menjaga sektor pendidikan dan kesehatan, melindungi kelompok rentan, memperkuat petani dan nelayan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memulihkan Flores secara berkelanjutan.

APBD sebagai Amanah dan Instrumen Perbaikan

Fraksi Demokrat berpandangan bahwa keberhasilan APBD tidak semata-mata diukur dari kecepatan penyerapan anggaran, melainkan dari sejauh mana persoalan rakyat dapat diselesaikan. Keberhasilan bukan sekadar jumlah program yang dilaksanakan, tetapi seberapa besar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan