Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kota perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perlu dilengkapi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar pembangunan sekolah dapat menjawab kebutuhan secara lebih menyeluruh.
“Walaupun kita di wilayah kota, masih banyak sekolah yang rusak berat dan fasilitasnya terbatas. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Delapan Sekolah Kupang Terima Bantuan pada 2025
Christian menjelaskan bahwa pada 2025 Kota Kupang memperoleh bantuan revitalisasi untuk delapan sekolah, terdiri atas enam sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP). Untuk 2026, empat SMP disebut telah memiliki surat keputusan (SK) penerima bantuan.
Sementara itu, secara lebih luas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah pusat menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 576 satuan pendidikan di NTT pada 2025. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp589 miliar.
Program tersebut menjangkau berbagai jenjang dan jenis satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah luar biasa (SLB), hingga sanggar kegiatan belajar (SKB) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
