Khusus Kota Kupang, sebanyak 18 sekolah tercatat menerima bantuan revitalisasi pada 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp19 miliar. Adapun di Kabupaten Kupang, bantuan diberikan kepada 27 sekolah dengan nilai lebih dari Rp26 miliar.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa alokasi bantuan pendidikan untuk NTT pada 2026 masih berpotensi bertambah. Sejumlah sekolah telah memasuki tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, sedangkan usulan lainnya masih diproses.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak boleh dipahami sebatas pembangunan atau perbaikan gedung. Infrastruktur pendidikan harus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, bersih, dan indah, serta mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik,” ujarnya.
Menteri juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan, termasuk kontribusi APBD untuk melengkapi pembiayaan dari APBN.
APBD Tambah Lima Ruang Kelas di SD Inpres Naimata
Salah satu contoh kolaborasi anggaran tersebut terlihat pada pembangunan di SD Inpres Naimata. Christian menyebut sekolah itu memperoleh bantuan APBN sebesar Rp3,1 miliar, yang kemudian dilengkapi Pemerintah Kota Kupang dengan anggaran APBD sebesar Rp1,1 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
