Secara kumulatif, kedua bandara tersebut menyumbang lebih dari 60 persen total aktivitas penerbangan di NTT, menegaskan pola konsentrasi pergerakan udara yang masih terpusat pada dua simpul utama.
Pertumbuhan Dinamis Bandara Regional
Meski dominasi dua bandara besar masih kuat, data juga menunjukkan dinamika pertumbuhan di sejumlah bandara regional. Bandara Gewayantana di Kabupaten Flores Timur mencatat lonjakan tertinggi secara bulanan dengan pertumbuhan 107,14 persen dibandingkan September 2025, meskipun secara volume absolut masih relatif terbatas.
Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, mengalami peningkatan signifikan sebesar 45,35 persen, mengindikasikan mulai menguatnya permintaan layanan penerbangan di kawasan tersebut. Sejumlah bandara lain seperti Lede Kalumbang dan H. H. Aroeboesman Ende juga mencatat pertumbuhan, meskipun pada tingkat yang lebih moderat.
Fenomena ini mencerminkan proses diversifikasi rute dan penyebaran mobilitas udara ke wilayah-wilayah non-hub, meskipun kontribusi utama masih terkonsentrasi di Kupang dan Labuan Bajo.
Mobilitas Penumpang Udara Meningkat, Laut Tertekan
Sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara dari dan ke NTT pada Oktober 2025 tercatat mencapai 264.602 orang. Angka ini meningkat 1,43 persen secara bulanan dan tumbuh 7,66 persen secara tahunan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
