“Bank NTT telah mengembangkan sistem pembayaran digital yang terintegrasi di sejumlah perguruan tinggi di NTT. Kami berharap Undana dapat menjadi bagian dari transformasi digital tersebut sehingga pengelolaan keuangan kampus semakin efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Aloysius.
Bank NTT mencatat sistem H2H telah diterapkan pada sejumlah perguruan tinggi mitra sejak tahun 2010, antara lain Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Citra Bangsa, dan Universitas Katolik St. Paulus Ruteng. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung digitalisasi tata kelola keuangan di lingkungan perguruan tinggi.
Selain penguatan layanan transaksi digital, Bank NTT juga mendorong kerja sama dalam bidang literasi dan inklusi keuangan. Dengan jumlah mahasiswa Undana yang mencapai sekitar 30 ribu orang, kampus terbesar di NTT ini dinilai memiliki potensi besar untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang sehat dan pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak.
Menurut Aloysius, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan, investasi, dan transaksi digital yang aman.
“Kami melihat Undana sebagai mitra yang sangat potensial. Melalui kerja sama ini, Bank NTT ingin menghadirkan program-program edukasi keuangan yang mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















