Dari Kupang ke Flores, Christian Widodo Membawa Bantuan dan Pesan: “Basodara Dong Tidak Sendiri”

Avatar photo
bantuan

Christian menilai ukuran kepedulian tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya nilai bantuan.

Ada pesan persaudaraan yang ingin dibawa bersama bantuan tersebut.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

Solidaritas Melampaui Batas Administratif

Kehadiran langsung Christian di Labuan Bajo dan Ruteng membawa dimensi lain dalam distribusi bantuan tersebut.

Dalam situasi normal, batas administratif menentukan ruang kewenangan sebuah pemerintahan daerah. Namun bencana memiliki karakter berbeda. Dampaknya dapat melampaui batas kabupaten, kota, bahkan pulau, dan pada akhirnya menguji seberapa jauh solidaritas sosial mampu bergerak melewati sekat-sekat administratif.

Bagi Christian, masyarakat Kota Kupang dan masyarakat Flores berada dalam satu ikatan sosial yang lebih luas.

Penderitaan yang dialami warga di daerah terdampak, karena itu, tidak dipandang sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab wilayah yang mengalami bencana.

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan