ID, Kupang – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kelurahan Belo, Kota Kupang, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga serta satu fasilitas peribadatan, yakni Gereja GMIT Yegar Sahaduta.
Menindaklanjuti dampak bencana tersebut, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan gereja dan memastikan penanganan awal bagi masyarakat yang terdampak.
Selain merusak bangunan, bencana angin kencang juga menimbulkan korban luka. Berdasarkan laporan awal, sedikitnya tiga warga mengalami cedera, dengan satu korban mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan hingga sedang.
Lurah Belo, Robinson Lona, menjelaskan bahwa korban luka berat mengalami cedera serius di bagian leher akibat tertimpa seng atap yang terlepas saat angin kencang terjadi. Kondisi gelap pada saat kejadian membuat korban tidak sempat menghindar ketika berusaha menyelamatkan diri.
“Angin sangat kuat dan terjadi tiba-tiba. Korban berupaya keluar rumah, namun seng yang terlepas mengenai bagian leher,” ujar Robinson.
Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka di wajah serta cedera di kepala, pundak, dan kaki. Salah satu korban, Carolus, telah mendapatkan penanganan medis berupa tindakan jahit di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani pemulihan di rumah setelah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
