Untuk persoalan sosial, ia menekankan perlunya keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pemilik rumah kos, pengurus RT/RW, hingga aparat keamanan. Pemkot Kupang juga merencanakan penguatan koordinasi dengan Polresta dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan persoalan sosial.
Pada sektor kesehatan, edukasi mengenai pencegahan HIV terus dilakukan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Sekolah, organisasi kepemudaan, karang taruna, dan tokoh agama dilibatkan untuk memperluas jangkauan informasi serta membangun kesadaran masyarakat mengenai risiko penularan dan pentingnya pencegahan.
Sementara itu, persoalan ekonomi direspons melalui sejumlah langkah, antara lain operasi pasar dan pasar murah untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pemerintah kota juga mendorong pengembangan UMKM melalui pendampingan administrasi usaha, pemasaran digital, serta penyediaan ruang berusaha lewat program SaBoak. Penyelenggaraan festival budaya di tingkat kelurahan turut didorong sebagai sarana menggerakkan transaksi ekonomi dan memberi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Adapun untuk pelayanan air bersih, pemerintah melanjutkan upaya pembenahan layanan, termasuk rencana perluasan jaringan dan penjajakan pemanfaatan sumber air guna mendukung distribusi kepada masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
