Dari Kampus ke Kebijakan Daerah, Sekda Kupang Tantang Anak Muda Hadirkan Solusi Nyata

Avatar photo
daerah

Beragam persoalan itu memperlihatkan bahwa tantangan pembangunan kota tidak berdiri sendiri. Penanganannya memerlukan koordinasi antarlembaga, dukungan masyarakat, serta evaluasi yang berkelanjutan agar program pemerintah dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga.

Pengetahuan Akademik Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jeffry meminta mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk memperluas pengetahuan dan membangun kemampuan berpikir kritis. Namun, ia mengingatkan bahwa pengetahuan akan kehilangan makna sosial apabila tidak digunakan untuk membantu orang lain atau menjawab persoalan di lingkungan sekitar.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya hanya meminta dukungan dari adik-adik pemuda bahwa berjuanglah untuk mengambil ilmu sebanyak mungkin di ruang pendidikan, tapi ilmu itu tidak akan berarti jika tidak bisa diimplementasikan untuk orang lain,” pesannya.

Mahasiswa, dalam konteks tersebut, memiliki ruang untuk berkontribusi melalui penelitian, penyampaian rekomendasi, pengawasan kebijakan, maupun keterlibatan dalam kegiatan masyarakat. Kampus dapat menjadi tempat untuk menguji gagasan dan membangun argumentasi sebelum ide-ide tersebut diterapkan dalam kehidupan publik.

Kegiatan Sociospectacle 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan antara pemikiran akademik dan praktik pemerintahan. Melalui dialog dengan pemangku kepentingan, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kompleksitas pengambilan keputusan sekaligus memahami bagaimana kebijakan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan