Beragam persoalan itu memperlihatkan bahwa tantangan pembangunan kota tidak berdiri sendiri. Penanganannya memerlukan koordinasi antarlembaga, dukungan masyarakat, serta evaluasi yang berkelanjutan agar program pemerintah dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga.
Pengetahuan Akademik Harus Berdampak bagi Masyarakat
Jeffry meminta mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk memperluas pengetahuan dan membangun kemampuan berpikir kritis. Namun, ia mengingatkan bahwa pengetahuan akan kehilangan makna sosial apabila tidak digunakan untuk membantu orang lain atau menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
“Saya hanya meminta dukungan dari adik-adik pemuda bahwa berjuanglah untuk mengambil ilmu sebanyak mungkin di ruang pendidikan, tapi ilmu itu tidak akan berarti jika tidak bisa diimplementasikan untuk orang lain,” pesannya.
Mahasiswa, dalam konteks tersebut, memiliki ruang untuk berkontribusi melalui penelitian, penyampaian rekomendasi, pengawasan kebijakan, maupun keterlibatan dalam kegiatan masyarakat. Kampus dapat menjadi tempat untuk menguji gagasan dan membangun argumentasi sebelum ide-ide tersebut diterapkan dalam kehidupan publik.
Kegiatan Sociospectacle 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan antara pemikiran akademik dan praktik pemerintahan. Melalui dialog dengan pemangku kepentingan, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kompleksitas pengambilan keputusan sekaligus memahami bagaimana kebijakan memengaruhi kehidupan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














