Desa Oelnasi Jadi Tempat Sidang Klasis Kupang Tengah, Bupati Kupang Ungkapkan Ini

Avatar photo
sidang klasis

ID, Kupang – Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri pembukaan Sidang Klasis Kupang Tengah ke-42 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gereja Rohobot Fatukanutu, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu (21/1/2026).

Pembukaan sidang yang dirangkaikan dengan ibadah bersama tersebut turut dihadiri Ketua Sinode GMIT Pendeta Semuel Pandie, Anggota DPRD Provinsi NTT Nelson Matara, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Malelak–De Haan, bersama unsur pemerintah dan jemaat setempat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Yosef Lede menjelaskan bahwa sidang klasis memiliki peran strategis dalam merumuskan program pelayanan gereja untuk satu tahun ke depan. Menurutnya, mekanisme tersebut sejatinya sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah dan DPRD melalui forum-forum resmi setiap tahun.

Ia menegaskan bahwa baik program pembangunan pemerintah maupun program pelayanan gereja memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan jemaat yang merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, ia menilai relasi, koordinasi, dan kolaborasi antara gereja dan pemerintah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

“Tujuan kita sama, baik pemerintah maupun gereja, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, hasil-hasil persidangan jangan hanya berhenti pada tataran seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan partisipatif untuk menjawab persoalan nyata, seperti kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan,” ujar Yosef Lede.

Lebih lanjut, Yosef Lede menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang memiliki komitmen kuat untuk melibatkan lembaga keagamaan dalam pelaksanaan program pembangunan. Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

Menurutnya, dukungan gereja, baik secara moral maupun spiritual, menjadi kekuatan penting agar roda pembangunan tetap berjalan optimal di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

“Berbagai persoalan yang kami hadapi sebagai pemerintah adalah tantangan yang harus dilewati bersama, dengan dukungan gereja dan DPRD Kabupaten Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT Pendeta Semuel Pandie dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa sidang klasis merupakan forum penting untuk membangun fondasi program pelayanan gereja selama satu tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, khususnya di Klasis Kupang Tengah yang memiliki kompleksitas pelayanan jemaat.

Pendeta Semuel berharap seluruh peserta sidang dapat merancang program pelayanan yang realistis dan aplikatif, sehingga tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh jemaat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Malelak–De Haan menyatakan keyakinannya bahwa Sidang Klasis Kupang Tengah ke-42 akan berjalan dengan baik dan menghasilkan gagasan serta langkah strategis bagi peningkatan pelayanan gereja. Ia juga mengajak pihak gereja untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan DPRD dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Kupang selalu terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi dan kerja sama dengan lembaga keagamaan demi kepentingan masyarakat.

Sidang pembukaan tersebut turut dihadiri pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Kupang Tengah dan Camat Taebenu, Kepala Desa Oelnasi beserta sejumlah kepala desa dan lurah sekitar, para pendeta yang melayani di Klasis Kupang Tengah, serta warga jemaat setempat.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan