Dinas Kominfo Kota Kupang Gelar “Digital Literacy Goes to School”, Bekali Pelajar Cegah Bullying dan Jaga Privasi di Ruang Digital

Digital
Oplus_16908288

ID, Kupang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang kembali menyelenggarakan kegiatan “Digital Literacy Goes to School” kedua dengan tema “Anak Hebat di Ruang Digital: Cegah Bullying, Saring Informasi, dan Jaga Privasi”. Kegiatan ini berlangsung untuk jenjang SMP pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Hotel T-More By Aston, Kupang.

 

Digital literasi tahap kedua ini diikuti oleh 230 siswa SMP, dan menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu dr. Widya Cahya Widodo selaku Bunda Literasi Kota Kupang, Christiani Natasya Miru, S.Psi., M.Psi. sebagai Psikolog Anak dari HIMPSI NTT, serta Maria Via Dolorosa Pabha Swan selaku Koordinator MAFINDO Kupang.

 

Kegiatan ini merupakan implementasi dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), serta sejalan dengan Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang digalakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

 

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan. Internet, media sosial, dan berbagai platform digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian peserta didik. Namun di balik manfaatnya, pemanfaatan teknologi digital juga menghadirkan tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

 

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah praktik bullying dan cyberbullying yang semakin marak terjadi melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform permainan daring. Selain itu, arus informasi yang bergerak cepat sering kali dibarengi dengan penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi. Hal ini diperparah dengan masih minimnya kesadaran anak-anak dan remaja dalam menjaga data pribadi di ruang digital, yang berisiko memicu penipuan, pencurian identitas, dan pelbagai kejahatan siber lainnya.

 

Berdasarkan kondisi tersebut, Dinas Kominfo Kota Kupang memandang perlu melaksanakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kemampuan peserta didik dalam menggunakan teknologi digital secara aman, santun, kritis, dan bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sebagai mitra strategis.

 

Secara umum, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai penggunaan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. Secara khusus, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying dan cyberbullying, menumbuhkan sikap empati dalam interaksi digital, meningkatkan kemampuan mengenali hoaks dan informasi menyesatkan, mendorong berpikir kritis sebelum menerima dan menyebarkan informasi, meningkatkan kesadaran menjaga data pribadi, mengurangi perilaku oversharing di media sosial, serta mendukung implementasi PP TUNAS melalui edukasi perlindungan anak di ruang digital.

 

Pemaparan Materi oleh Narasumber

Materi pertama disampaikan oleh dr. Widya Cahya Widodo dengan tema “Berani Baik di Ruang Digital: Bijak Berteman, Stop Bullying, Bangun Empati”. Materi ini membahas pemahaman tentang bullying dan cyberbullying, pelbagai bentuk cyberbullying yang sering terjadi di media sosial, grup percakapan, hingga permainan daring, termasuk body shaming, ejekan, dan ujaran kebencian. Disampaikan pula dampak cyberbullying bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah, serta pentingnya empati dan etika dalam berinteraksi di ruang digital. Peserta juga diberikan pemahaman tentang cara melapor dan mencari bantuan ketika mengalami atau menyaksikan cyberbullying.

dr. Widya Cahya Widodo saat membawa materi.

Materi kedua disampaikan oleh Christiani Natasya Miru, S.Psi., M.Psi., Psikolog Anak dari HIMPSI NTT, dengan tema “Stop Oversharing! Jaga Rahasia Pribadimu”. Materi ini mengupas tentang pengertian oversharing, jenis informasi pribadi yang harus dijaga, serta berbagai risiko yang timbul akibat membagikan data pribadi secara berlebihan. Peserta juga dibekali dengan cara mengatur privasi akun dan keamanan kata sandi, bijak dalam membagikan foto dan lokasi, serta tidak menyebarkan informasi pribadi orang lain.

 

Materi ketiga disampaikan oleh Maria Via Dolorosa Pabha Swan selaku Koordinator MAFINDO Kupang dengan tema “Saring Sebelum Sharing: Lawan Hoaks, Jaga Privasi Di Ruang Digital”. Materi ini mengajarkan peserta mengenali hoaks, misinformasi, dan disinformasi, serta cara sederhana memeriksa kebenaran informasi. Ditegaskan pula bahaya menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan pentingnya menjaga data pribadi, termasuk risiko oversharing dan jejak digital.

 

Metode Pelaksanaan dan Output Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan edukasi literasi digital, presentasi interaktif, diskusi dan tanya jawab, kuis edukatif, ice breaking dan doorprize, serta penguatan pesan melalui deklarasi komitmen peserta atau Call to Action (CTA). Pada sesi penguatan pesan, peserta diajak untuk menyatakan komitmen bersama dalam menolak bullying dan cyberbullying, menggunakan media digital secara santun dan bertanggung jawab, tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga data pribadi dan privasi digital.

 

Beberapa output yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai cyberbullying dan etika digital, meningkatnya kemampuan peserta dalam mengenali hoaks dan informasi palsu, meningkatnya kesadaran peserta terhadap perlindungan data pribadi, berkurangnya kecenderungan perilaku oversharing di media sosial, tumbuhnya budaya digital yang aman, santun, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah, serta terbangunnya komitmen peserta didik dalam menciptakan ruang digital yang positif.

Penyerahan secara simbolis sertifikat Digital Literacy Goes to school

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aktif. Para siswa terlibat dalam sesi tanya jawab dan kuis yang diselingi dengan pembagian doorprize. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai tanda keikutsertaan mereka dalam pelatihan literasi digital.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Kominfo Kota Kupang berharap para peserta didik dapat menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, aman, dan beretika dalam menggunakan teknologi, serta mampu menciptakan ruang digital yang positif dan ramah anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version