Program ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap bulan dengan koordinasi bersama pihak sekolah. Tujuannya, agar para siswa tidak perlu mengantre di kantor pelayanan ketika memasuki usia wajib KTP dan dapat langsung memiliki identitas resmi.
Di luar dua program tersebut, Dukcapil juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan ketepatan data penerima bantuan sosial. Melalui pembaruan data kependudukan dan perekaman langsung, pemerintah kota berupaya meminimalkan potensi kesalahan data agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Inovasi ini adalah bagian dari langkah strategis untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan publik. Kami ingin memastikan data kependudukan benar-benar akurat dan pelayanan semakin dekat dengan warga,” kata Angela.
Dengan kombinasi layanan jemput bola bagi warga rentan dan perekaman di sekolah bagi generasi muda, Dukcapil Kota Kupang berupaya menegaskan kembali peran administrasi kependudukan sebagai fondasi hak sipil—sebuah dokumen kecil yang kerap menentukan akses terhadap layanan yang lebih besar.
(Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















