Dukcapil Kupang Lakukan Terobosan Responsif

Avatar photo
dukcapil

Selain perekaman E-KTP, layanan jemput bola itu juga mencakup pencatatan perkawinan bagi pasangan yang terkendala kondisi kesehatan. Dalam sejumlah kasus, petugas bahkan melakukan pencatatan langsung di rumah sakit untuk menjamin keabsahan dokumen hukum pasangan tersebut.

Hingga pertengahan Februari, delapan warga telah memanfaatkan program “Dukcapil Peduli,” termasuk dua warga dari Kelurahan Oebufu. Sosialisasi disebut telah dilakukan hingga tingkat kelurahan guna mempermudah akses informasi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Angela menegaskan bahwa perekaman E-KTP dan pencatatan perkawinan tidak dapat diwakilkan. Proses tersebut mensyaratkan kehadiran langsung pihak terkait karena menyangkut validitas data biometrik dan dokumen hukum.

Sementara itu, perhatian terhadap kelompok usia muda diwujudkan melalui program “Go To School.” Dalam skema ini, tim Dukcapil mendatangi sekolah menengah atas dan kejuruan untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi siswa yang telah berusia 17 tahun atau mendekati usia wajib KTP.

Sejumlah sekolah telah menjadi lokasi pelaksanaan, antara lain SMA Giovani Kupang, SMAN 1 Kupang, dan SMAN 7 Kupang. Hingga Februari 2026, sebanyak 289 siswa tercatat mengikuti perekaman melalui program tersebut. Secara keseluruhan, jumlah perekaman E-KTP pada Januari 2026 mencapai 1.130 orang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan