Fakultas Kedokteran UCB Resmi Dibuka, Pemerintah Daerah Soroti Investasi Jangka Panjang pada Kesehatan

kedokteran

Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan. Dengan hadirnya institusi pendidikan kedokteran, baik negeri maupun swasta, ia berharap rasio tenaga dokter—terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sementara itu, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto menempatkan pendirian Fakultas Kedokteran UCB dalam konteks kebutuhan nasional. Mengacu pada data Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), ia menyebut rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk. Saat ini, satu dokter di Indonesia rata-rata masih melayani sekitar 1.400 hingga 1.600 penduduk.

Ia juga mengungkapkan bahwa RSUD S.K. Lerik Kota Kupang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sekaligus Rumah Sakit Pembina bagi Fakultas Kedokteran UCB. Menurutnya, dukungan rumah sakit daerah tersebut menjadi elemen krusial dalam menjamin kualitas pendidikan kedokteran, terutama pada fase pembelajaran klinik dan praktik lapangan.

Dengan fondasi kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan rumah sakit pendidikan, Fakultas Kedokteran UCB diharapkan mampu melahirkan dokter-dokter yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap mengabdi dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Nusa Tenggara Timur. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version