Persoalan pendanaan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi. Sebab, pengembangan budaya baca membutuhkan proses panjang, mulai dari penyediaan fasilitas perpustakaan, penguatan komunitas, penyelenggaraan kegiatan edukatif, hingga perluasan akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
Festival Literasi Kota Kupang 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya dan kreativitas peserta, tetapi juga momentum untuk melihat kembali konsistensi kebijakan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi.
Target menjadikan Kota Kupang sebagai kota literasi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan program yang berkesinambungan. Ketersediaan anggaran, partisipasi masyarakat, dan penguatan institusi pendidikan menjadi sejumlah faktor yang menentukan agar budaya membaca benar-benar berkembang dalam kehidupan masyarakat. Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














