Christian menegaskan bahwa konstruksi kebangsaan Indonesia tidak pernah merupakan hasil kontribusi satu kelompok saja.
“Perjuangan bangsa ini tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk warga etnis Tionghoa. Bangsa ini ada sampai hari ini bukan karena satu suku, satu agama atau satu etnis, tetapi karena banyak suku, banyak agama dan banyak etnis,” tegasnya.
Dari Perayaan Menuju Kepedulian Lingkungan
Selain membangun pesan persatuan, Fun Walk PSMTI juga dirangkaikan dengan kegiatan pungut sampah. Bagi Pemerintah Kota Kupang, kombinasi antara aktivitas sosial dan kepedulian ekologis tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikontekstualisasikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Lingkungan, dalam perspektif pembangunan perkotaan, bukan sekadar persoalan kebersihan visual. Pengelolaan lingkungan berkaitan dengan kualitas hidup, kesehatan publik, keberlanjutan ruang kota, hingga partisipasi masyarakat.
Karena itu, aksi sederhana memungut sampah di kawasan pantai membawa pesan bahwa menjaga Kota Kupang tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
Partisipasi komunitas menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa ruang publik merupakan milik bersama dan karenanya harus dirawat bersama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
