Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gelar Simulasi Kampung Siaga Bencana di Takari, Ini Kata Wakil Bupati Kupang

Avatar photo
WhatsApp Image 2026 04 24 at 11.06.32 1

ID, Kabupaten Kupang – Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana terus didorong melalui pelaksanaan Simulasi Kampung Siaga Bencana yang digelar di Desa Benu, Kecamatan Takari, Rabu (22/4). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Simulasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, serta lembaga swadaya masyarakat CIS Timor.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam arahannya, Aurum Titu Eki menegaskan bahwa kegiatan berbasis simulasi seperti ini memiliki signifikansi strategis, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan dengan potensi bencana tinggi, seperti Kecamatan Takari yang kerap terdampak banjir.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam sistem mitigasi bencana, sehingga memiliki pemahaman komprehensif terkait langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi situasi darurat.

bencana

“Melalui simulasi ini, masyarakat tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga memahami secara praktis bagaimana bertindak ketika bencana benar-benar terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun masyarakat di wilayah tersebut telah memiliki pengalaman menghadapi banjir, kegiatan simulasi tetap diperlukan guna memastikan setiap proses penanganan berjalan secara terstruktur, terkoordinasi, dan efektif.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mendorong agar model kegiatan serupa dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Kupang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Ia menilai bahwa pendekatan sistematis dalam mitigasi bencana perlu diperkuat melalui perencanaan berbasis data dan pemetaan risiko.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan peta ancaman bencana, peta risiko, serta jalur evakuasi yang jelas dan terintegrasi. Hal ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan masyarakat ketika terjadi bencana.

bencana

“Saya melihat dalam simulasi ini sudah tersedia peta ancaman dan peta risiko. Ini harus menjadi standar di seluruh wilayah, karena setiap daerah memiliki karakteristik bencana yang berbeda,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi saat simulasi tidak sepenuhnya merepresentasikan situasi nyata ketika bencana terjadi. Oleh karena itu, kesiapan mental, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

“Kita harus benar-benar siap, karena situasi nyata saat bencana pasti lebih kompleks dibandingkan simulasi,” tegas Aurum.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Novrianto Amtiran, Camat Takari Chritiyanto Djaranyoera, perwakilan Kedutaan Australia Yiyik Putri, Ketua FPRB Kabupaten Kupang Ellfrid Saneh, Direktur CIS Timor Haris Oematan, Kepala Desa Benu, serta unsur TNI/Polri dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sistem kesiapsiagaan yang lebih terstruktur dan partisipatif, sehingga masyarakat memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan