Gubernur NTT dan Bupati Kupang Panen Cabai di SMAN 1 Kupang Timur

panen

Hasil pengelolaan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp150 juta. Cabai dipanen secara berkala setiap minggu dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp55 ribu per kilogram. Capaian ini pun menuai apresiasi langsung dari Gubernur NTT.

“Dengan modal 35 juta bisa menghasilkan 150 juta, ini contoh pengelolaan yang tepat. Jangan sampai terbalik,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Gubernur, melalui praktik langsung seperti ini, para siswa tidak hanya belajar teori pertanian, tetapi juga memahami nilai ekonomi dari pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Ia menilai sekolah model seperti SMAN 1 Kupang Timur layak mendapat dukungan lebih lanjut dan dijadikan rujukan bagi sekolah lain.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan bahwa panen raya ini memiliki makna strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Ia menyebut keterlibatan sekolah dan pelajar dalam kegiatan produktif merupakan kontribusi nyata terhadap program pemerintah pusat.

“Hari ini kita melihat bahwa sekolah dan anak-anak didik ikut mengambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Bupati.

Untuk memaksimalkan potensi lahan sekolah yang masih tersisa, Bupati Kupang secara langsung menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang agar memberikan pendampingan penuh.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version