“SK ini adalah garis awal. Ini mandat untuk membuktikan kontribusi nyata bagi kemajuan NTT,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan loyalitas sebagai elemen fundamental dalam membangun birokrasi yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Menurutnya, kualitas kinerja aparatur, termasuk PPPK paruh waktu, akan sangat menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas.
“NTT membutuhkan aparatur yang bekerja dengan makna, bukan sekadar rutinitas,” ujarnya.
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis kepada perwakilan PPPK yang memiliki masa pengabdian panjang, baik dari tenaga teknis maupun tenaga pendidik pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi langsung antara gubernur dan para PPPK, termasuk sesi penyapaan bagi peserta yang mengikuti secara daring, sebagai bentuk penguatan hubungan institusional dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang partisipatif.
Melalui pengangkatan ini, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat kapasitas birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














