Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Melampaui Khotbah Paskah: Sebuah Perayaan Iman yang Menjelma menjadi Laboratorium Pendidikan Progresif di Kupang

Avatar photo
IMG 20260416 WA0004

 

Sebuah Cetak Biru untuk Daerah

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di sela-sela acara, Wakil Bupati itu tidak ragu untuk menarik kesimpulan kebijakan. Ia dengan tegas menyebut apa yang dilakukan EIS sebagai model yang layak direplikasi — bukan hanya di sekolah-sekolah unggulan, tetapi di seluruh institusi pendidikan di Kabupaten Kupang.

 

“Ini suatu hal yang luar biasa dan ini harus ditularkan kepada sekolah-sekolah lainnya,” tegasnya. “Variabel yang terpenting adalah lingkungan tempat anak-anak tumbuh, berkembang, dan belajar. Dan EIS berhasil menciptakannya dengan sangat baik.”

 

Pernyataan itu, dalam konteks riset pendidikan global, bukanlah hiperbola. Sejumlah studi internasional dalam dekade terakhir menunjukkan bahwa kualitas lingkungan belajar — rasa aman, dukungan emosional, kebebasan untuk berekspresi — sering kali menjadi prediktor keberhasilan jangka panjang yang lebih kuat dibandingkan rasio jumlah siswa per kelas atau bahkan anggaran per kapita.

 

Dengan kata lain, yang dibutuhkan bukanlah gedung mewah atau laboratorium berteknologi tinggi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang membiarkan anak-anak berani mencoba, gagal, dan bangkit kembali.

 

Gema Emosional dari Seorang Pemimpin

Di luar kerangka kebijakan, Aurum juga membiarkan dirinya tersentuh secara personal. Dalam pernyataannya yang terekam, ia mengakui bahwa atmosfer yang dibangun EIS memberikan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan semasa kecilnya di bangku sekolah puluhan tahun lalu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan