Sebuah Cetak Biru untuk Daerah
Di sela-sela acara, Wakil Bupati itu tidak ragu untuk menarik kesimpulan kebijakan. Ia dengan tegas menyebut apa yang dilakukan EIS sebagai model yang layak direplikasi — bukan hanya di sekolah-sekolah unggulan, tetapi di seluruh institusi pendidikan di Kabupaten Kupang.
“Ini suatu hal yang luar biasa dan ini harus ditularkan kepada sekolah-sekolah lainnya,” tegasnya. “Variabel yang terpenting adalah lingkungan tempat anak-anak tumbuh, berkembang, dan belajar. Dan EIS berhasil menciptakannya dengan sangat baik.”
Pernyataan itu, dalam konteks riset pendidikan global, bukanlah hiperbola. Sejumlah studi internasional dalam dekade terakhir menunjukkan bahwa kualitas lingkungan belajar — rasa aman, dukungan emosional, kebebasan untuk berekspresi — sering kali menjadi prediktor keberhasilan jangka panjang yang lebih kuat dibandingkan rasio jumlah siswa per kelas atau bahkan anggaran per kapita.
Dengan kata lain, yang dibutuhkan bukanlah gedung mewah atau laboratorium berteknologi tinggi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang membiarkan anak-anak berani mencoba, gagal, dan bangkit kembali.
Gema Emosional dari Seorang Pemimpin
Di luar kerangka kebijakan, Aurum juga membiarkan dirinya tersentuh secara personal. Dalam pernyataannya yang terekam, ia mengakui bahwa atmosfer yang dibangun EIS memberikan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan semasa kecilnya di bangku sekolah puluhan tahun lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















