Ia mengungkapkan, Kabupaten Kupang menjadi salah satu daerah dengan alokasi pembangunan SPPG terbanyak secara nasional, yakni sebanyak 70 unit. Dengan jumlah tersebut, Bupati berharap perputaran ekonomi yang dihasilkan dari operasional SPPG dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal.
Yosef Lede mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada dengan menanam berbagai komoditas pertanian dan mengembangkan peternakan, sehingga bahan pangan yang dikelola di dapur-dapur SPPG berasal dari produksi lokal, bukan dari luar daerah.
“Ketika dapur SPPG beroperasi, kebutuhan pangan sebaiknya dipenuhi dari masyarakat sekitar, baik dari sektor pertanian maupun peternakan. Ini peluang ekonomi yang harus ditangkap secara serius. Oelatimo dan wilayah sekitarnya memiliki potensi pertanian yang sangat besar,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Yosef, terus mengupayakan penguatan sektor pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah signifikan, serta dukungan bibit dan pupuk yang akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Koordinator Badan Gizi Nasional Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur, Kepala Desa Oelatimo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














