Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari intervensi kebijakan pemerintah melalui program pendampingan teknis, distribusi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kapasitas petani secara berkelanjutan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan output yang optimal. Kami berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Provinsi NTT saat ini telah masuk dalam kategori klaster utama pangan nasional yang ditetapkan oleh institusi kepolisian, sejajar dengan daerah-daerah produsen besar seperti Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Status tersebut menjadi indikator meningkatnya kontribusi NTT dalam peta ketahanan pangan nasional.
Secara konseptual, keberhasilan Desa Pantulan mencerminkan efektivitas model pembangunan pertanian berbasis kawasan, di mana integrasi antara dukungan kebijakan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor determinan utama.
Pemerintah Kabupaten Kupang sendiri menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang menuju “Kabupaten Kupang Emas”. Dengan penguatan sektor ini, diharapkan terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














